Kebijakan Trump Korbankan Bocah Irak Penderita Luka Bakar

JAKARTA, LANDAKPOST.COM - Dilbreen, seorang bocah laki-laki asal Irak yang mengalami luka bakar parah, terpaksa menjalani serangkai...



JAKARTA, LANDAKPOST.COM - Dilbreen, seorang bocah laki-laki asal Irak yang mengalami luka bakar parah, terpaksa menjalani serangkaian operasi sendirian di Amerika Serikat. Orang tua Dilbreen tertahan di Irak karena perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pekan lalu.

Perintah eksekutif itu berisi larangan sementara pemberian visa bagi warga dari tujuh negara mayoritas Muslim, termasuk Irak. Dilbreen pun terpaksa menjalani operasi ini sendirian, tak seperti sebelumnya.

Rangkaian operasi ini harus dijalani oleh Dilbreen karena ia mengalami luka bakar parah akibat ledakan alat pemanas di tempat penampungan pengungsi di Irak, tempat ia dan keluarganya ditampung.

Diberitakan The Independent, Jumat (3/2), Dilbreen dan ayahnya, Ajeel, sudah terbang ke Amerika pada Oktober lalu didampingi organisasi nonprofit Road to Peace. Selama di AS, mereka tinggal di komunitas organisasi tersebut, House of Peace, di Michigan, sementara Dilbreen menghadapi serangkaian operasi di Rumah Sakit Schriners.

Sayangnya, usai operasi pertama selesai, Ajeel terpaksa kembali ke Irak untuk menemani istrinya melahirkan anak kedua, sementara Dilbreen masih harus tinggal di rumah sakit. 

Mereka memberi nama adik Dilbreen tersebut "Trump" karena lahir di hari yang sama dengan pelantikan taipan real estate itu sebagai presiden ke-45 Negeri Paman Sam.

Usaha Ajeel untuk kembali ke AS bersama istrinya harus pupus lantaran permintaan visa bayi mereka ditolak dua kali.

Carrie Schuchardt, pengurus House of Peace, menuturkan kasus Dilbreen ini merupakan salah satu contoh kesulitan yang mesti dialami orang tidak bersalah akibat kebijakan Trump. 

"Kami ingin dia [Dilbreen] mendapat perawatan operasi sesuai dengan kebutuhannya, kami juga berharap dia bisa dikelilingi orang-orang yang menyayanginya di saat seperti ini," kata Schuchardt.

Saat ini, Dilbreen berusia 2 tahun. Dia masih membutuhkan serangkaian operasi agar tak kehilangan penglihatannya. Dilbreen seharusnya dijadwalkan kembali menjalani operasi pada 25 Januari lalu.

Para pengacara berupaya membantu keluarga Dilbreen mendapat surat pengecualian imigrasi supaya bisa masuk ke Amerika. Sally Becker, pengurus Road to Peace yang mendampingi Dilbreen bisa sampai ke AS, menyangkan peristiwa yang dialami bocah tersebut dan mengatakan, Dilbreen berpotensi mengalami trauma jika menghadapi operasi tanpa didampingi orang tuanya.

Sally Becker, pengurus Road to Peace yang mendampingi Dilbreen bisa sampai ke AS, menyangkan peristiwa yang dialami bocah tersebut dan mengatakan, Dilbreen berpotensi mengalami trauma jika menghadapi operasi tanpa didampingi orang tuanya.

Selain Dilbreen dan ayahnya, saat itu Sally juga memberangkatkan dua anak Irak lain yang juga membutuhkan perawatan kesehatan ke AS. Keduanya berhasil pulih dan sudah kembali ke negara asalnya.

Road to Peace telah membantu banyak anak-anak Irak dan Suriah yang membutuhkan perawatan kesehatan yang tidak bisa didapatkan di negara asal mereka lantaran kondisi perang dan kurangnya sumber daya.

Selama satu dekade terakhir, banyak anak-anak Irak dan Suriah diterbangkan ke AS untuk mendapat perawatan kesehatan yang dibutuhkan. 

Menurut Becker, ada sekitar 87 anak imigran yang sakit dan terluka membutuhkan perwatan di AS. Ia menuturkan, aturan imigrasi ini benar-benar merugikan anak-anak di yang sakit dan membutuhkan pertolongan, khususnya anak-anak di tujuh negara yang masuk dalam larangan perjalanan Trump.

Ketujuh negara itu adalah Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman.

"Masalah ini telah berubah menjadi sepak bola politik. Masalah ini bukan hanya menyangkut satu anak kecil saja. Ada banyak anak-anak lain di luar AS yang akan mati jika tidak kita tolong," ucap Becker. (CNI)



COMMENTS

Name

Budaya,4,Ekonomi,3,Headline,15,Hukum,28,internasional,34,Kalbar,264,Kesehatan,10,Landak,268,Nasional,53,Olah Raga,25,Pendidikan,2,Politik,61,
ltr
item
LANDAK Post: Kebijakan Trump Korbankan Bocah Irak Penderita Luka Bakar
Kebijakan Trump Korbankan Bocah Irak Penderita Luka Bakar
https://2.bp.blogspot.com/-EAos0ZMyHFQ/WJUlkm8lSgI/AAAAAAAAA4Y/5zKVvphbH7kbsYkGHjH5_eeDBQxX2IbTQCLcB/s320/C2EeVPIWIAIhKAD.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-EAos0ZMyHFQ/WJUlkm8lSgI/AAAAAAAAA4Y/5zKVvphbH7kbsYkGHjH5_eeDBQxX2IbTQCLcB/s72-c/C2EeVPIWIAIhKAD.jpg
LANDAK Post
http://www.landakpost.com/2017/02/kebijakan-trump-korbankan-bocah-irak.html
http://www.landakpost.com/
http://www.landakpost.com/
http://www.landakpost.com/2017/02/kebijakan-trump-korbankan-bocah-irak.html
true
6237246854241968861
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy