Pecahkan Rekor, Polisi Thailand Sita 3 Ton Sisik Trenggiling

 JAKARTA, LANDAKPOST.COM - Polisi cukai Thailand mengungkap kasus perdagangan tiga ton sisik trenggiling yang ditujukan untuk pasar As...




 JAKARTA, LANDAKPOST.COM - Polisi cukai Thailand mengungkap kasus perdagangan tiga ton sisik trenggiling yang ditujukan untuk pasar Asia.

Sisik trenggiling terbuat sepenuhnya dari keratin, bahan yang juga terdapat pada kuku manusia. Bahan ini dihargai sangat tinggi di Vietnam dan China yang menganggapnya sebagai obat berkhasiat.


Kebutuhan yang meroket membuat sejuta trenggiling diburu dari hutan-hutan Asia dan Afrika satu dekade ini. Akibatnya, hewan pemalu ini menjadi salah satu spesies langka yang terancam punah.

Kamis (2/2), sebagaimana diberitakan AFP, polisi menunjukkan hampir 3 ton sisik trenggiling yang dikemas dengan kantong plastik putih. Bagian tubuh hewan ini disita dari dua pesawat kargo di bandara Bangkok.

Barang selundupan ini dikirim dari Kongo melalui Turki dan sampai di Laos sebelum masuk ke Thailand. Negara ini adalah tempat transit kunci untuk sindikat penyelundup di kawasan.

"Ini adalah penyitaan (sisik trenggiling) yang pernah kami lakukan," kata Mayor Jenderal Worapong Thongpaiboon, pelaksana tugas komandan Divisi Kejahatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, kepada AFP.

Direktur Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Hewan Langka (CITES) mengatakan sisik trenggiling ini sudah hampir pasti dikirimkan ke China dan Vietnam. Di sana, harga barang haram ini bisa mencapai $1.700 per kilogram atau Rp228 juta.

"Setelah konsumen membersihkan dan mengeringkan sisik, mereka menggoreng dan mencampurnya dengan obat tradisional yang mereka percaya bisa menyembuhkan kanker dan meningkatkan kemampuan seksual," kata Somkiat Soontonpitakkool kepada AFP.

Padahal, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung khasiat sisik trenggiling untuk kesehatan.

Steve Galster, direktur eksekutif kelompok anti-penyelundupan Freeland, menyambut baik aksi polisi meski menekankan bahwa tindakan seperti ini kerap tidak dikuti penangkapan para pelaku.

"Dengan kejahatan hayati mereka menyita, menganggapnya selesai dan berlalu," ujarnya.

"Kejahatan hayati masih belum jadi perhatian kebanyakan pemerintah. Mereka tidak diberi perintah untuk berfokus pada masalah ini, jadi biasanya mereka menganggap penyitaan saja sudah cukup. Itu masalahnya," kata Galster. (Cni)

COMMENTS

Name

Budaya,4,Ekonomi,3,Headline,15,Hukum,28,internasional,34,Kalbar,264,Kesehatan,10,Landak,268,Nasional,53,Olah Raga,25,Pendidikan,2,Politik,61,
ltr
item
LANDAK Post: Pecahkan Rekor, Polisi Thailand Sita 3 Ton Sisik Trenggiling
Pecahkan Rekor, Polisi Thailand Sita 3 Ton Sisik Trenggiling
https://2.bp.blogspot.com/-y2YV0xl2jng/WJPXBU-UFcI/AAAAAAAAA1s/Sm1FBNHMtQEsiZXJyllUpF3j4qjMzrt-wCLcB/s320/da852bda-93cf-42b0-a8f5-aaa38a620006_169.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-y2YV0xl2jng/WJPXBU-UFcI/AAAAAAAAA1s/Sm1FBNHMtQEsiZXJyllUpF3j4qjMzrt-wCLcB/s72-c/da852bda-93cf-42b0-a8f5-aaa38a620006_169.jpg
LANDAK Post
http://www.landakpost.com/2017/02/pecahkan-rekor-polisi-thailand-sita-3.html
http://www.landakpost.com/
http://www.landakpost.com/
http://www.landakpost.com/2017/02/pecahkan-rekor-polisi-thailand-sita-3.html
true
6237246854241968861
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy