Depan Dirut dan Karyawan PT GRS Plantation: Cornelis Minta Masyarakat Bela Perusahaan yang Memberi Manfaat Ekonomi
| Cornelis: Jaga perusahaaan yang memberi efek rembesan ke bawah (trickle down effect kepada masyarakat). Ist. |
LANDAK , Dr. (H.C.) Cornelis, M.H., Anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan I Kalimantan Barat dalam rangkaian kegiatan reses menjalankan salah satu fungsi DPR, yakni pengawasan.
Pengawasan tersebut dilakukan terhadap perusahaan kelapa sawit PT GRS di Selutung, Mandor, Kabupaten Landak, yang juga merupakan salah satu basis pendukungnya. Kegiatan yang dilaksanakan pada 7 Juli 2026 itu berlangsung tepat guna dan berhasil guna, terutama dalam pelaksanaan fungsi pengawasan serta dialog langsung dengan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Cornelis mengedukasi sekaligus memberikan contoh nyata kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan asupan gizi, kesehatan, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Cornelis, kepeduliannya terhadap hal-hal tersebut telah ia lakukan sejak 1979.
Meninjau Langsung Pabrik Sawit
Hadir dalam kesempatan itu Direktur Utama PT Gunung Rinjuan Sejahtera (GRS), Wira. Cornelis terlebih dahulu bertemu dan berdialog dengan para karyawan perusahaan. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi wakil rakyat untuk mendengar sekaligus melihat secara langsung kondisi para pekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.
Usai bertemu para karyawan GRS, Cornelis melanjutkan kunjungan dengan meninjau tata kelola dan kelayakan pabrik pengolahan kelapa sawit atau PKS milik perusahaan. Ia memperhatikan kondisi fasilitas serta pengelolaan pabrik sebagai bagian dari fungsi pengawasan yang dijalankannya selama masa reses.
Kunjungan lapangan itu dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana perusahaan menjalankan kegiatan operasionalnya, termasuk keberadaan fasilitas produksi yang menjadi bagian penting dalam rantai usaha kelapa sawit.
Ada Manfaat bagi Masyarakat
Bagi Cornelis, keberadaan perusahaan tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan ekonomi. Sejak awal, ia berharap kehadiran perusahaan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.
“Perusahaan ini sejak awal kita harapkan ada trickle down effect ke masyarakat. Kehadirannya berguna untuk kita semua, untuk pemerintah melalui pajak dan untuk masyarakat, yakni penghidupan para pegawainya,” kata Cornelis.
| Karuawan PTGRS yang diberikan "ajar" oleh Cornelis mengenai kesehatan, pendidikan, dan pentingnya menjaga perusahaan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Ist. |
Menurut Cornelis, perusahaan yang beroperasi di suatu wilayah memiliki hubungan erat dengan kehidupan ekonomi masyarakat. Perusahaan memberikan kontribusi kepada pemerintah melalui pajak, sementara kegiatan operasionalnya menciptakan lapangan pekerjaan dan sumber penghidupan bagi masyarakat.
Karena itu, ia meminta masyarakat ikut menjaga perusahaan yang keberadaannya memberikan manfaat bagi daerah. Cornelis bahkan menyampaikan pesan dengan nada tegas kepada masyarakat yang hadir.
“Karena itu, jika ada yang ganggu, kalian bela, bahkan lawan!” kata Cornelis.
Tiga Pesan untuk Masyarakat
Dalam pertemuan tersebut, Cornelis tidak hanya berbicara mengenai perusahaan dan ekonomi. Ia juga menyampaikan pendidikan kepada masyarakat mengenai keluarga, kesehatan anak, dan lingkungan.
Ada tiga hal yang ditekankannya. Pertama, masyarakat diminta tidak menikah pada usia terlalu muda. Menurut Cornelis, perkawinan membutuhkan kesiapan agar keluarga yang dibangun dapat tumbuh dengan baik.
Kedua, ia mengingatkan para ibu mengenai pentingnya pemberian air susu ibu atau ASI kepada bayi. Setelah anak lepas dari ASI, kebutuhan gizinya harus tetap diperhatikan dengan memberikan makanan yang bergizi.
Cornelis mencontohkan telur sebagai salah satu makanan bergizi. Dalam kesempatan tersebut, ia sekaligus menyerahkan bingkisan makanan kepada masyarakat yang hadir. Bingkisan dibagikan kepada seluruh peserta, yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.
Pesan ketiga adalah menjaga kebersihan lingkungan. Cornelis mengingatkan masyarakat bahwa lingkungan yang bersih merupakan bagian penting dari kehidupan yang sehat dan berkualitas.
Pengawasan dan Pendidikan Berjalan Bersama
Tiga pesan itu, tidak menikah muda, memberikan ASI dan makanan bergizi kepada anak, serta menjaga kebersihan lingkungan, menjadi bagian dari pendidikan masyarakat yang disampaikan Cornelis di tengah rangkaian kegiatan resesnya.
Kunjungan ke PT GRS tersebut memperlihatkan bagaimana fungsi pengawasan DPR dijalankan secara langsung di lapangan. Cornelis tidak hanya berdialog dengan masyarakat dan karyawan, tetapi juga melihat tata kelola serta kelayakan fasilitas produksi perusahaan.
Bagi Cornelis, pengawasan dan pembangunan masyarakat berjalan beriringan. Perusahaan diharapkan terus beroperasi secara baik dan memberikan manfaat ekonomi, sementara masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan, membangun keluarga yang sehat, dan mendukung keberadaan usaha yang memberi penghidupan bagi banyak orang.(X-5)