Cornelis "Memberi Ajar" Warga Desa Sidas Cegah Stunting dan Pernikahan Dini dengan Contoh
Cornelis Ingatkan Warga Landak Cegah Stunting dan Pernikahan Dini. Kredit gambar: https://strateginews.id
LANDAK — Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H. Anggota Komisi XII DPR RI, mengingatkan masyarakat agar memberi perhatian serius pada pencegahan stunting, kesehatan ibu hamil, pernikahan dini, dan ketahanan pangan desa.Pesan penting itu disampaikan Cornelis saat kunjungan kerja ke lima dusun di Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Kamis, 6 Agustus 2026.
Cornelis yang dekat dengan warga akar rumput
"Saya ke sini karena berasal dari sini juga. Terima kasih saudara-saudara sudah memilih dan memberi suara yang mengantar saya sampai Senayan."
Dalam dialog bersama warga, Cornelis mengatakan kualitas sumber daya manusia ditentukan sejak masa kehamilan. Karena itu, ibu hamil diminta menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menghindari makanan yang mengandung bahan pengawet.
"Bagi ibu-ibu yang hamil, kehamilannya dijaga. Makanlah sayur-sayuran, ikan, telur, dan daging. Setelah bayi lahir, jangan lupa diberikan Air Susu Ibu karena sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi," kata Cornelis.
Ia menilai upaya menekan angka stunting tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga harus dimulai dari pola makan, pola asuh, dan lingkungan yang bersih.
Peringatan yang kerap diabaikan dan dilupakan
Cornelis mengingatkan masyarakat agar tidak menikahkan anak pada usia terlalu muda. Menurut dia, pernikahan dini berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan maupun sosial karena calon pasangan belum matang secara fisik dan mental.
"Jangan menikah muda. Kalau terlalu muda, fisik dan mental belum siap. Yang dirugikan bukan hanya anak, tetapi juga keluarganya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Cornelis juga mengajak warga memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah maupun sawah.
Kunjungan kerja Cornelis yang efektif dan produktif
Menurut dia, pekarangan tidak seharusnya dibiarkan kosong. Lahan dapat ditanami sayuran, padi, atau tanaman buah sebagai cadangan pangan rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
"Kita harus memanfaatkan tanah pekarangan dan persawahan untuk menanam sayur, padi, serta buah-buahan. Dengan begitu kita dapat membantu menjaga ketersediaan pangan," katanya.
Cornelis menilai kemandirian pangan desa menjadi semakin penting di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Desa yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri dinilai akan lebih tangguh menghadapi berbagai perubahan.
Kunjungan kerja tersebut berlangsung di lima dusun di Desa Sidas, yakni Dusun Pak Garek, Dusun Sidas, Dusun Pasir, Dusun Simpang Pasir, dan Dusun Bajamu. Setelah berdialog dengan warga di setiap lokasi, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. (X-5)