Sungai Landak: Mengalirkan Hidup, Menapaskan Sejarah di Kalimantan Barat

Penampakan Sungai Landak diambil angle-nya dari depan keraton Landak. Dok. Penulis.


LANDAK POST: Di tengah kota Ngabang, sungai bernama Sungai Landak mengalir dan membagi kota ini menjadi dua bagian. 

Ngabang terletak sekitar 81 km ke arah Timur Laut dari kota Pontianak, dan kota ini dilalui oleh dua jalan utama, yaitu Jalan Trans Kalimantan dan Jalan Lintas Negara. 

Sementara itu, di bagian perhuluan Sungai Landak. Terdapat dua jembatan yang menghubungkan dua wilayah, yaitu Ngabang Barat dan Ngabang Timur.

Sungai Landak adalah sebuah mata air alami yang menjadi bagian penting dari lanskap Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. 

Sungai Landak bukan hanya sekadar aliran air, melainkan juga memainkan peran sentral dalam sejarah dan kehidupan masyarakat setempat. 

Sungai Lndak mengalir dari hulu di Pegunungan Niut, berbatasan dengan Kabupaten Landak dan Kabupaten Bengkayang. 

Sungai Landak bergerak ke arah barat daya Pulau Kalimantan, menembus tiga wilayah penting, yaitu Kabupaten Landak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak, sebelum mencapai muaranya di Sungai Kapuas yang mengalir ke wilayah administratif Kota Pontianak.

Sungai Landak tak hanya menjadi salah satu anak sungai dari Sungai Kapuas, tetapi juga memiliki peran besar dalam memasok daerah sekitarnya dengan air dan sumber daya alam yang beragam. 

Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Landak 

Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Landak mencapai sekitar 1.0981,971 km², mencakup berbagai anak sungai yang menyusun jaringan hidrologi yang kompleks. 

Beberapa anak sungai yang menjadi bagian dari Sungai Landak antara lain Sungai Dange, Sungai Bentuang, Sungai Pade, Sungai Dait, Sungai Behe, Sungai Menyuke, Sungai Belentian, Sungai Bentawan, Sungai Naya, Sungai Sibuah, Sungai Sampas, Sungai Sengah, Sungai Sambe, Sungai Sepatah, dan Sungai Ambawang.

Keunikan geologis Sungai Landak juga menambah daya tariknya. Terletak di dalam Zona C, atau Daerah Kontinen Dataran Sunda, kondisi geologis di sini kurang stabil karena tidak mengalami Diastrofisma Tersier.

Sungai Landak melintasi lipatan batuan berarah barat-timur yang berkembang di wilayah ini, menciptakan lanskap yang menakjubkan. 

Bagian hulu sungai badan ini memiliki jeram-jeram yang menghiasi pemandangan, dengan susunan batuan yang mencakup batuan gunung api Niut, kapur, intrusif, serta plutonik basa. 

Sementara itu, di bagian tengah hingga hilir, terdapat endapan batuan seperti Batupasir Landak, granit laur, dan endapan aluvial.

Namun, Sungai Landak tidak hanya menarik perhatian melalui karakteristik geologisnya. Nama sungai ini berasal dari sebuah legenda menarik. 

Asal usul nama Landak

Konon, nama "Landak" diambil dari hewan landak. Kisah rakyat menceritakan tentang seorang petani miskin yang menemukan patung landak emas di sebuah danau. Patung tersebut memiliki kemampuan untuk mengabulkan keinginan sang petani, menjadikannya kaya. 

Namun, dalam nats lain, kita juga menemukan sisi berpeda. Landa syahdan dari Land plus Dak, yang berarti: tanah Dayak. Pada narasi tersendiri nanti, hal ini akan dikupas.

Namun, patung tersebut dicuri oleh seseorang yang ingin menggunakannya untuk memberikan air kepada desanya yang dilanda kekeringan. Air yang keluar dari patung tak bisa dihentikan, hingga desa tersebut tenggelam oleh air dan akhirnya menjadi Sungai Landak. Kisah ini menjadi bagian dari warisan budaya dan sejarah sungai ini.

Penduduk sepanjang Sungai Landak memanfaatkannya untuk berbagai keperluan sehari-hari, termasuk transportasi dan sumber daya perikanan. Masyarakat setempat memancing dan menjala di sungai ini, mencari nafkah dari hasil tangkapan mereka. 

Jembatan Sungai Landak adalah salah satu infrastruktur utama yang menghubungkan berbagai wilayah di sekitar muara sungai ini. Jembatan ini bukan hanya sebuah karya arsitektur, tetapi juga menjadi simbol penting dalam transportasi dan konektivitas di Kota Pontianak. 

Selain itu, sungai ini memiliki air terjun yang mengagumkan, seperti Air Terjun Melanggar di Dusun Perbuah, Desa Merayuh, Kabupaten Landak, yang kini telah menjadi tujuan wisata lokal. 

Dengan debit air yang besar, Air Terjun Melanggar juga memiliki potensi untuk digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), menggambarkan manfaat ekonomi dan lingkungan yang lebih besar yang dapat diberikan oleh Sungai Landak.

Sungai Landak adalah bukti hidup dari bagaimana alam dan budaya manusia dapat terjalin erat bersama. Dari legenda yang memukau hingga pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan, sungai ini adalah bagian integral dari kehidupan dan sejarah Provinsi Kalimantan Barat. 

Dengan keindahan alam dan potensinya dalam mendukung kehidupan sehari-hari, Sungai Landak akan terus menjadi simbol penting bagi masyarakat setempat dan menjadi aset alam yang perlu dilestarikan untuk generasi mendatang.

Muara Sungai Landak di Kota Pontianak menjadi salah satu titik paling menarik dalam perjalanan sungai ini. Di sinilah Sungai Landak bergabung dengan Sungai Kapuas yang menjadi salah satu sungai utama di Kalimantan Barat. 

Muara sungai ini menciptakan lanskap yang indah dan dinamis, dengan air yang mengalir dengan tenang menuju laut. Kota Pontianak sendiri adalah kota pesisir yang diapit oleh sungai-sungai yang penting dalam kehidupan sehari-hari warganya, dan Sungai Landak adalah salah satu yang paling mencolok.

Jembatan Sungai Landak adalah salah satu infrastruktur utama yang menghubungkan berbagai wilayah di sekitar muara sungai ini. Jembatan ini bukan hanya sebuah karya arsitektur, tetapi juga menjadi simbol penting dalam transportasi dan konektivitas di Kota Pontianak. 

Melintasi jembatan ini adalah pengalaman yang tak terlupakan, dengan pemandangan sungai yang luas dan aktivitas kapal-kapal yang melintas di bawahnya. Jembatan ini merupakan jalur vital bagi masyarakat yang ingin mengakses berbagai bagian kota dan daerah sekitarnya.

Dengan demikian, Sungai Landak bukan hanya sumber kehidupan dan cerita sejarah, tetapi juga menjadi inti dari infrastruktur dan konektivitas di wilayah ini. 

Muara sungai yang indah dan Jembatan Sungai Landak yang monumental adalah dua elemen penting dalam narasi sungai ini. Semua itu merangkai sejuta lembar kisah yang tentang kehidupan dan budaya di Kalimantan Barat.

Sungai Landak kini

Sungai Landak di Pontianak tetap berfungsi sebagai sarana transportasi utama untuk mengangkut barang-barang atau hasil bumi yang sangat banyak dan berat. Sungai Landak, yang kemudian menyatu dengan sungai Kapuas, masih digunakan secara luas untuk aktivitas pengiriman barang seperti batubara, kayu, CPO (Crude Palm Oil), minyak, dan lainnya.

Keunggulan sungai sebagai sarana transportasi adalah biaya pengangkutan yang lebih murah dalam jumlah besar dibandingkan dengan penggunaan jalan darat. Meskipun akan memakan waktu lebih lama daripada pengangkutan darat, penggunaan sungai tetap menjadi pilihan yang efisien untuk mengirimkan barang-barang yang membutuhkan kapasitas angkut yang besar.

Jembatan Landak yang menghubungkan Siantan (Ambawang) dan kota Pontianak juga memberikan kontribusi penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. 

Dengan demikian, sungai Landak masih berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan ekonomi Pontianak dan sekitarnya. (Rangkaya Bada)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url