Sawit, Kakao, Lada : Pertumbuhan Produksinya Meningkat di Landak tahun 2015-2022

Petani dan kebun ladanya: produksi meningkat.

Produksi perkebunan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat mengalami peningkatan yang signifikan, terutama pada komoditas sawit, kakao, dan lada. Lonjakan produksi itu terjadi pada periode tahun 2020-2021,

Peningkatan produksi perkebunan tersebut dapat terkonfirmasi melalui angka pertumbuhan produksi perkebunan per komoditi dari tahun 2015 hingga 2021 (lhat tabel di bawah).

Pertumbuhan produksi perkebunan

Pertama-tama, mari kita lihat pertumbuhan produksi komoditas sawit. Pada tahun 2015, produksi sawit mencapai 72.453 unit. 

Kemudian, pada tahun 2020, produksi sawit meningkat menjadi 116.926 unit, dan pada tahun 2021, produksi sawit melonjak tajam menjadi 218.388 unit. Ini menunjukkan pertumbuhan pesat dalam produksi sawit selama periode tersebut.

Selanjutnya, mari kita perhatikan komoditas lada. Pada tahun 2015, produksi lada hanya mencapai 0 unit, yang kemudian mengalami peningkatan perlahan dalam beberapa tahun berikutnya. 

Namun, pada tahun 2020, terjadi lonjakan yang sangat signifikan, dengan produksi lada mencapai 587 unit. Peningkatan ini terus berlanjut pada tahun 2021, di mana produksi lada mencapai 180 unit. Dalam hal ini, pertumbuhan produksi lada juga sangat mencolok.

Kakao, sawit, dan lada

Sementara itu, komoditas kakao juga mengalami beberapa fluktuasi dalam produksinya selama periode yang sama, tetapi tidak sekuat pertumbuhan pada sawit dan lada.

Produksi perkebunan, terutama pada komoditas sawit dan lada, mengalami pertumbuhan yang pesat selama tahun 2020-2021. 

Lonjakan produksi ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor seperti peningkatan investasi, perbaikan teknik budidaya, atau permintaan pasar yang meningkat. Hal ini tentunya memberikan kontribusi positif bagi sektor perkebunan dan dapat menjadi dorongan ekonomi yang signifikan di daerah yang berfokus pada produksi komoditas tersebut.

Pada tahun 2020-2021, produksi perkebunan mengalami peningkatan yang signifikan, terutama pada komoditas sawit dan lada. Ini dapat dijelaskan melalui data pertumbuhan produksi perkebunan per komoditi dari tahun 2015 hingga 2021.

Pertama-tama, mari kita lihat pertumbuhan produksi komoditas sawit. Pada tahun 2015, produksi sawit mencapai 72.453 unit. 

Kemudian, pada tahun 2020, produksi sawit meningkat menjadi 116.926 unit, dan pada tahun 2021, produksi sawit melonjak tajam menjadi 218.388 unit. Ini menunjukkan pertumbuhan pesat dalam produksi sawit selama periode tersebut.

Selanjutnya, mari kita perhatikan komoditas lada. Pada tahun 2015, produksi lada hanya mencapai 0 unit, yang kemudian mengalami peningkatan perlahan dalam beberapa tahun berikutnya. 

Produksi hasil perkebunan di Landak, terutama pada komoditas sawit dan lada, mengalami pertumbuhan yang pesat selama tahun 2020-2021. 

Akan tetapi, pada tahun 2020, terjadi lonjakan yang sangat signifikan, dengan produksi lada mencapai 587 unit. 

Peningkatan ini terus berlanjut pada tahun 2021, di mana produksi lada mencapai 180 unit. Dalam hal ini, pertumbuhan produksi lada juga sangat mencolok.

Sementara itu, komoditas kakao juga mengalami beberapa fluktuasi dalam produksinya selama periode yang sama, tetapi tidak sekuat pertumbuhan pada sawit dan lada.

Sumber: Laporan buku Data Base Perkebunan tahun 2015 - 2022


Data ini memperliatkan bahwa produksi perkebunan, terutama pada komoditas sawit, kakao, dan lada, mengalami pertumbuhan yang pesat selama tahun 2020-2021. 

Lonjakan produksi menggembirakan hati

Lonjakan produksi ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor seperti peningkatan investasi, perbaikan teknik budidaya, atau permintaan pasar yang meningkat. 

Peningkatan produsi hasil perkebunan di Landak ini tentunya memberikan kontribusi positif bagi sektor perkebunan. Hal itu dapat menjadi dorongan ekonomi yang signifikan di daerah yang bertumpu pada produksi komoditas tersebut.

(Rangkaya Bada)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url